Lorenzo Lucca: Striker Menara Italia yang Lagi Cari Spot di Panggung Besar

Di era di mana striker makin banyak yang kecil, lincah, dan main kayak gelandang, tiba-tiba muncul Lorenzo Lucca—striker jangkung, kuat di udara, tapi juga surprisingly cukup mobile buat ukuran orang setinggi tiang lampu. Di tengah generasi penyerang Italia yang cenderung teknikal atau second striker, Lucca hadir sebagai striker no. 9 yang “old school vibes tapi upgraded.”

Dan yang bikin dia makin unik? Dia jadi pemain Italia pertama dalam sejarah yang main buat Ajax Amsterdam. Lo gak salah baca—klub Belanda paling legendaris itu baru pertama kali rekrut orang Italia, dan itu adalah Lucca. Berarti ada sesuatu dari dia yang beda, kan?


Profil Singkat Lorenzo Lucca

  • Nama lengkap: Lorenzo Lucca
  • Tanggal lahir: 10 September 2000
  • Tempat lahir: Moncalieri, Italia
  • Tinggi badan: 2,01 m
  • Posisi: Striker (center forward)
  • Kaki dominan: Kanan
  • Klub: Udinese (per musim 2023–24)
  • Status: Pemain penuh, bukan pinjaman
  • Timnas: Sudah main untuk Italia U-21

Awal Karier: Dari Serie C ke Spotlight

Karier Lucca gak langsung meledak dari akademi elite. Dia sempat muter-muter di klub-klub kecil:

  • Torino youth
  • Palermo (Serie C), di sinilah dia mulai dikenal
  • Pisa (Serie B), tempat dia meledak dan bikin banyak klub mulai lirik

Di Pisa, dia sempat jadi top scorer klub dan bantu mereka nyaris promosi ke Serie A. Dan yang bikin orang melirik: postur badannya bener-bener beda—dengan tinggi 2 meter lebih tapi tetap bisa lari dan dribel? Itu jarang banget.


Gaya Main: Bukan Cuma Postur, Tapi Punya Teknik dan Pressing

Oke, tingginya jelas bikin dia menang duel udara. Tapi Lucca bukan cuma menara di kotak penalti. Dia punya:

  • Kontrol bola oke walau ditekan
  • Bisa turun bantu build-up, jadi striker pemantul ala Olivier Giroud
  • Heading kuat banget, salah satu spesialis bola mati
  • Suka buka ruang buat second line
  • Aktif dalam pressing forward

Tipe striker yang bisa main di sistem 4-3-3, 3-5-2, bahkan 4-2-3-1. Dan dia cukup fleksibel buat disuruh main direct atau kombinasi pendek.


Petualangan ke Ajax: Bikin Sejarah, Tapi Gak Selamanya Mulus

Di musim 2022–23, Ajax Amsterdam minjem Lucca dari Pisa. Dan itu momen bersejarah karena dia jadi pemain Italia pertama di Ajax sejak klub itu berdiri.

Tapi realitanya: adaptasi di Belanda gak gampang. Lucca gak langsung jadi starter, lebih sering main dari bangku cadangan. Tapi dia tetap berhasil:

  • Cetak beberapa gol penting
  • Dapat pengalaman di kompetisi Eropa
  • Ngerasain atmosfer klub besar dengan tekanan tinggi

Buat Lucca, ini bukan soal gagal atau sukses, tapi pengalaman penting yang bawa dia ke level selanjutnya.


Balik ke Italia: Udinese Jadi Pelabuhan Baru

Musim 2023–24, Lucca gabung Udinese, dan langsung dapat menit main reguler. Di Serie A, dia mulai adaptasi dengan baik dan pelan-pelan nunjukkin kalau dia bukan cuma “penyerang tinggi.”

Beberapa highlight:

  • Gol penting lawan tim besar
  • Jadi pemantul bola buat Beto / Thauvin
  • Kombinasi pressing + aerial threat yang bikin bek lawan gak nyaman

Dan yang jelas, di Udinese dia dapet waktu buat tumbuh. Klub ini terkenal banget sebagai tempat berkembangnya striker muda (contoh: Alexis Sánchez, Deulofeu, bahkan Di Natale di masa lalu).


Timnas Italia: Masuk Antrian Panjang, Tapi Punya Ciri Unik

Italia lagi banyak opsi striker—Raspadori, Scamacca, Retegui, hingga pelapis kayak Kean dan Pellegri. Tapi gak ada yang setipe Lucca. Dia punya daya tarik sebagai:

  • Opsi plan B
  • Penyerang tinggi buat skenario bola mati
  • Kombinasi dengan second striker cepat

Kalau dia terus konsisten di Serie A dan bisa nyetak 10+ gol semusim, dipanggil ke Azzurri senior itu tinggal nunggu waktu. Timnas Italia butuh variasi gaya, dan Lucca adalah sosok yang beda dari yang lain.


Masa Depan: Eropa Lagi? Atau Jadi Ikon Serie A?

Dengan gaya main dan usia masih 23 tahun, Lucca punya jalan karier yang masih panjang. Kalau bisa jadi striker 2 digit gol per musim di Udinese, gak nutup kemungkinan:

  • Lazio / Roma / Napoli bakal lirik dia
  • Balik ke klub top Eropa (bisa Jerman, bisa Belanda lagi)
  • Atau stay dan jadi bintang di klub menengah Serie A

Yang jelas: dia bukan cuma striker “tumbal” buat crossing. Dia bisa lebih dari itu—dan sekarang dia lagi buktiin itu tiap pekan.


Kesimpulan: Lorenzo Lucca, Si Striker Menara yang Lagi Bangun Karier Brick by Brick

Lorenzo Lucca bukan bintang instan. Tapi dia adalah definisi pemain yang kerja keras, mau belajar, dan tahu kekuatannya. Dari Serie C ke Ajax, lalu balik ke Serie A dan makin matang—ini bukti kalau proses itu penting.

Dengan postur luar biasa tapi skill modern, dia bisa jadi aset besar buat klub dan timnas. Gak semua striker bisa kasih dimensi unik seperti dia. Dan kalau konsisten, kita bisa aja lihat Lucca jadi salah satu striker utama Italia dalam 2–3 tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *